Jalan menuju kediamannya masih teringat dengan jelas dimemoriku, yg berubah hanyalah penampakan2 penggunaan tanah serta tutupan lahannya. yang tadinya kebun kini berubah menjadi regency, yg seingatku warung sederhana dahulu, kini menjadi sebuah toko modern yg cukup besar..jalanan yg tadinya rusak, berlubang di sana sini, bahkan seringkali tergenang jika hujan datang, kini mulus tertutup beton dan aspal yg cukup tebal..perubahan yg cukup besar menurutku hanya dalam jangka waktu beberapa tahun ini..
sesampai di rumahnya -yg harus ditempuh melalui gang2 kecil khas kota-..hhmmm..masih saja sama dengan beberapa tahun yg lalu, cat rumahnya pun tidak berubah..ruang depan ini masih tetap sederhana tanpa kursi tamu dan televisi..rak buku dan buku yg tertata rapih didalamnya masih dalam susunan yg sama..hanya selembar tikar sederhana terhampar di ruangan depan itu..
sejenak ingatanku terbang melayang mundur menuju beberapa tahun kebelakang..tergambar dgn jelas wajah2 lugu berseragam putih abu2 itu, duduk melingkar dalam ruangan ini..lingkaran kecil yg saat ini semakin meluas, melebar dan membesar, membentuk lingkaran2 lain di setiap jengkal bumi ini..dadaku semakin berdegup kencang, dan tak terasa akan mengalir air mataku, namun sekuat tenaga ku tahan..
teringat saat2 kami menembus hujan nan lebat di sore itu, teman2 ku sudah terlebih dahulu tiba, sementara aku harus turun-naik angkot untuk sampai disana. sesampainya di rumah itu, seragam putih abu2 ku basah kuyup..dan ia berikan kemeja kotak2 warna coklat miliknya untuk kukenakan disore itu..kemeja itu masih kusimpan rapih di lemari rumahku hingga saat ini..
jua disaat mengisi kegiatan keislaman di puncak, bogor. saat itu sore hari kami brangkat dari stasiun kereta tua nan lusuh itu..ditengah perjalanan kereta berhenti krn ada kecelakaan, tabrakan antara KRL, dan terpaksa perjalanan kami lanjutkan dgn angkot. Di perjalanan yg menanjak, angkot yg juga tua itu mogok, kemudian saya dan beliau turun untuk mendorongnya..saat itu sdh malam dan turun hujan..ketika angkot sudah kembali menyala aku berhasil mengejar angkot tua itu untuk kembali duduk di dalamnya, sementara beliau tertinggal jauh di belakang..kami sering mengisi kegiatan keislaman bersama, menangis dan tertawa bersama..dan i'tikaf ramadhanku yg pertama pun kuhabiskan bersama beliau..
wajahnya tidak berubah, bahkan bertambah muda menurutku..senyum khasnya masih shangat seperti dahulu, kupeluk erat ia dan bersentuhanlah pipiku dgn pipinya..yaa, masih sehangat dahulu..
pembicaraan kami mengalir dengan indah, berisi tausyiah pengingat diri yg semakin kering oleh dunia..teriring dan selalu saja disempili dengan do'a berkah nan sederhana..
ia mengatakan ini kepadaku: "semakin banyak orang soleh yg kembali kepada Rabbnya, kerana mungkin Allah SWT khawatir kebersihan hatinya terkotori oleh semakin rusaknya dunia.."
di lain tema ia mengatakan: "setiap manusia akan melalui terminal yg berbeda2 antara satu dgn yg lainnya, namun tujuan akhirnya tetap sama, semoga engkau saudaraku berakhir dgn khusnul khatimah.."
ia juga mengingatkan: "luruskan niat kita dalam setiap aktivitas, tetaplah komitmen akan keislamanmu, dan ikhlas lah dalam setiap hal..jagalah shalat subuh berjamaah di masjid, kenalkan sebanyak mungkin manusia kepada Islam, bukan kepada golongan2/partai2 tertentu, krn mereka secara sadar akan bersamamu jika mereka telah terlebih dahulu mengenal Allah dan RasulNya dan jadilah rahmatan lil
'aalamin"
secara khusus ia berbicara kepadaku: "sekembalinya kamu ke Indonesia, kami akan dgn bangga memeluk erat dirimu, dan amalkan keilmuanmu untuk kemanfaatan sebanyak mungkin ummat manusia..truslah mendo'akan saudara2mu, krn mungkin diantara berjuta do'a merekalah ada kesuksesan dan keselamatan kita, krn mungkin di antara berjuta do'a mereka ada yg diijabah tanpa tirai"
silaturahim di Ramadhan malam ke 26 ini sungguh syahdu, bahkan aku hampir membuatnya menangis, krn kuucapkan trima kasih yg tak terhingga, telah mengenalkanku kepada ALLAH SWT, MUHAMMAD SAW, ISLAM, DA'WAH, TARBIYAH. Justru ia yg meminta maaf atas kelalaian2 yg terdahulu..
semoga tautan hati ini akan tetap selalu tertambat krn Allah SWT semata..
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati kami ini semuanya berkumpul untuk mencintaiMu, dan bertemu untuk mentaatiMu, dan bersatu kerana da'wahMu, dan berjanji setia untuk menegakkan syari'atMu. Maka perkuatlah hubungan hati kami dan lestarikanlah cinta kasihnya, dan tunjukkanlah jalannya, dan berikanlah sinarMu yang tiada pernah padam, dan lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepadaMu dan keindahan tawakal kepada Engkau dan hidupkanlah dgn ma'rifah kepadaMu, dan matikanlah kami sebagai syahid dalam menegakkan agamaMu. Sesungguhnya Engkau sebaik2 pelindung dan sebaik2 penolong. Allahumma Aamiin, dan limpahkanlah shalawat kpd Nabi kami Muhammad SAW."
Sebuah catatan sederhana, persembahan untuk kalian saudara2ku yg sedang berjuang dalam menegakkan komitmen akan keislamannya dimanapun berada..yg hingga saat ini belum sempat berkunjung ke rumah beliau dan memendam rindu yg teramat sangat..
9 hari menjelang keberangkatanku..
Ciganjur, Selasa 25 Ramadhan 1430H/15 Sept 2009. 23.29 WIB