MU vs MJ..
Published by Fatwa Ramdani under on 11:42
memang tidak pernah ada keterkaitan antara MU (muslim uighur) dan MJ (michael jackson), selain keterkaitan aqidah...yaitu MUSLIM..ada pemandangan teramat kontras antara dua kejadian yg berdekatan ini..
kita sama2 lihat di media, bahwa kabar meninggalnya Mr.J, jauh lebih hingar bingar daripada pembantaian muslim uighur di Xinjiang, Cina..ironis, cermin nyata dari kemunafikan dunia..
lalu apa yg telah dilakukan muslim Indonesia atas hal ini?? sampai saat ini blum ada langkah nyata, selain mengirimkan do'a..
repotnya pesta sesat demokrasi pilpres, telah membutakan hati sebagian besar pemimpin muslim dan ulama penyembah taghut negri ini, karena mulai disibukkan dengan penagihan janji2 posisi menteri oleh parpol pendukung incumbent yg kembali terpilih..
lihat betapa terpukulnya dunia ketika mendengar berita kematian Mr.J, berupa juta orang yg turut berkabung, hingga koneksi internet sempat terganggu karenanya, berapa juta dollar yg terbuang untuk proses pemakaman seorang Mr.J??? ..namun lihat ketika ada ratusan muslim uighur dibantai, ribuan diculik, ribuan lainnya terluka parah..ada berapa juta orang yg peduli??? hampir bisa dikatakan dunia membisu..membisu karena yg dibantai adalah muslim, lain halnya jika satu saja warga negara US mati terbunuh di luar US, maka seakan2 telah terbunuh seluruh warga US..
itu baru di Xinjiang, Cina..lalu bagaimana dgn pembantaian muslim di Thailand dan Filipina..siapa yg berani berteriak lantang akan hal ini..?? karena harga nyawa seorang muslim amatlah rendah dimata manusia, sementara ia berharga teramat tinggi dimata ALLAH SWT..
ALLAH SWT berfirman.."Dan barangsiapa membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya adalah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya." (QS. An-Nisa’: 93). dan Rasul Yg Mulia berkata,.."Sungguh lenyapnya dunia bagi Allah lebih ringan dari terbunuhnya seorang muslim". [Shahih, HR At-Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu majah)
kemudian sebuah hadist lain yg menguatkan...Abdullah Ibnu Umar suatu hari memandang ke Ka’bah seraya mengatakan:"Betapa agungnya engkau dan betapa agungnya kehormatan engkau, tetapi seorang mukmin lebih besar kehormatannya disisi Allah dari pada engkau" [Shahih lighoirihi, HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)
Rasulullah Muhammad SAW dalam hadist yg lainnya bersabda,.."Tidak halal menumpahkan darah seorang muslim yang bersaksi tidak ada sesembahan (yang benar) selain Allah dan bersaksi bahwa aku (Muhammad) adalah Rasulullah kecuali dengan salah satu dari tiga alasan: [1] nyawa dibalas nyawa (qishash), [2] seorang lelaki beristri yang berzina, [3] dan orang yang memisahkan agama dan meninggalkan jama’ah (murtad)."(HR. Bukhari Muslim)
namun pembantaian demi pembantaian trus terjadi atas muslim diseluruh dunia..maka secara subjektif saya mendukung penuh seruan jihad atas hal ini..karena telah diizinkan oleh ALLAH TABARAKA WA TA'ALA.."Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu."(QS.Al Hajj [22]:39)
karena kemenangan sejatinya hanyalah milik ALLAH SWT..ALLAHUAKBAR..
*sebagai tambahan pengetahuan saya lampirkan sedikit deskripsi Uighur (sumber:http://chinaview.wordpress.com/)
The Uighur
The Muslim Uighurs claim China has used the 'war on terror' to label all Uighur nationalists as terrorists and supress their culture and religion
Who? The Uighur, predominantly Muslim, live in Xinjiang, an autonomous region in north-west China.
Spanning 1.6million sq km, it occupies approximately a sixth of the country.
More than 19million people live in Xinjiang; about 8.3million are Uighur. Traditionally once an obscure nomadic tribe, the Uighur rose to challenge the Chinese Empire.
The name Xinjiang, which means ‘new territory’ in Chinese, is considered offensive by advocates of Uighur independence who prefer historical or ethnic names such as Uyghurstan or East Turkestan.
Why protest? Uighurs have reported arbitrary arrests, torture and executions.
Human rights organisations have voiced their concern that, since 9/11, the ‘war on terror’ has been used as an excuse by the Chinese government to repress ethnic Uighurs; China claims Islamic fighters operating in the region have been trained and funded by Al-Qaeda and repeatedly refer to Uighur nationalists as ‘terrorists’.
The Chinese government has also been accused of suppressing Uighur culture and religion.
0 komentar:
Poskan Komentar